kopi secangkir: perihal kesulitan
selamat senang temanteman,jumpa lagi dalam note sangat nyampah yang merupakan hal buruk (atau mungkin tidak terlalu buruk) satusatunya yang akan terus saya pertahankan di tahun 2010 dan ditahun tahun tahun tahun setelahnya( tahun tahun=2012,saya tidak percaya itu!hahaha).semoga anda semua, kawan2 seiman seagama sepengimbisan dapat selalu menjadi orang yang baik manis dan cantik dan bermanfaat untuk umat
begini teman2,ini perihal kopi
saya suka sekali kopi. walaupun kadang2 dia membuat perut saya ga nyaman kaya keisi banyak gas. tapi peduli amat saya suka kopi.
kadang2 saya ngopi sendiri ditemani lepink saya (sendiri kok ditemani,ngajak ribut sune ini!hahaha) atau kadang berdua dengan entah siapa, atau se RT dengan teman2 sembari maen UNO.dan itu menyenangkan.
kopi itu pait kan ya?ya jelas lah! kalo asem namanya kopi basi!hahaha ngarang!:D
yayaya, kopi memang pait dan kadang2 itu yang bikin orang lebih milih minum susu,minum gula, minum tipi atau minum oli!:D
saya dulu juga begitu. kopi terlihat seram dengan warnanya merahmuda dan baunya yang seperti ambipur eh salah maksudnya warna hitam dan bau yang khas. dan lalu saya iseng mencoba dan oh wow ternyata nikmat sekali
setiap teguk dari kopi yang biasanya saya minum pelan itu menyimpan banyak cerita hlo. tegukan pertama adalah tegukan penghargaan pada mesin pembuat kopi dan baristanya.itu kopi terhebat yang pernah mereka buat untuk konsumen. saya jarang dan hampir tidak pernah menambahkan gula sebelum saya mencoba kopi asli itu, ya maksudnya memang buat penghargaan buat barista.
tegukan setelah penambahan gula adalah seberapa manis saya inginkan untuk hidup saya. saya sadar manis tidak akan menutupi pahit. mereka ada dan selalu berdua. mungkin memang kopi itu dibuat utnuk mengingatkan kita. bahwa dalam kehidupan memang keduanya ada. hahaha bahasa saya semakin bukansune saja ini!:D
teman teman sepengimbisan, pahit memang terasa sulit dijadikan manis. *anak TK juga tau*
pahit hidup memang kadang menjengkelkan. tapi saya pernah berpikir bagaimana kalo itu adalah pait kopi. bukannya yang dicari memang paitnya? setidaknya untuk membuat gula berarti dan biskuitnya terasa nikmat.
hidup memang tak tertebak. sama saat kita meneguk kopi di cangkir sembari memikirkan hidup itu sendiri. sesuatu tak akan selesai jika hanya dipikirkan. bahkan untuk soal matematika bu lilik pun! harus ada setidaknya gerakan tangan mencoreti kertas untuk menghitung integral sebuah persamaan aljabar. ya, harus ada gerakan!
kopi memang pahit. tapi setelahnya kita akan terjaga. karena kadar flouridenya katanya. ngaco!karena kafein sodarasodara!
anggap saja pahit hidup juga begitu. akan membawa keterjagaan (opoloh!) atau sebut saja kehatihatian dalam hidup. ya kan kita juga udah pernah merasakan pait, jadi manis setalahnya akan sangat terasa. setidaknya merasa bahwa perjuangan akan terbayar.
terjaga, dan meneruskan hidup.
dengan laku yang lebih baik tentunya..
dan sekarang atau nanti,pahit itu harus tetap ditelan!
jadi mengapa harus mengulur waktu saat kita bisa lakukan sekarang lalu kita bisa menikmati manis dan berganti urusan.
saya sering dibilang aneh saat saya ngopi sendirian. anggap saja itu untuk mengisi kembali semangat.
anggap saja kopi selalu mengingatkan,
dan anggap saja kopi mengajarkan tentang kehidupan dalam diam dan tiap tegukannya...
tegukan terakhir adalah sebuah syukur.
syukur kepada Allah saya masih diberi kesempatan untuk terjaga dan meneruskan hidup. syukur karena saya masih bisa merasakan semangat baru (tanpa membuka cocacola!hahaha) dan syukur karena saya masih punya kesadaran untuk berbuat yang lebih baik..
:)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment