Sunday, March 21, 2010

kamera plastik

aku mengintipmu dari kamera plastik ini
tanpa perlu mengatur apapun,hanya mengintip dan jadilah citramu
persis sama ketika aku tak pernah harus repot mencari alasan mengapa kamu mengadiksiku

kamera plastik,persis sama seperti hatiku
tanpa sapuan digital penipu begitu pula pikiranku pada apa tentangmu

aku tak perlu terbuai dengan kata instan dan kemudahan,
kata seorang teman mudah datang akan mudah pergi
dan aku menikmati tetekbengek yang melekatimu...

pernahkah kamu tau?
aku terlalu besar untuk bersembunyi dibalik lubang intip itu..
tapi terlalu kecil untuk melepaskan lensa itu dari muka ku,dan berkata bahwa kamu adalah nadiku..



(urban poem,2009)
in this note: mahanani satiti

No comments:

Post a Comment