oranggila dan smash biru: potret hidup
helo helo, om sune sedang ada di daerah Bantul . di rumah nenek yang amat dekat dengan pantai, hanya 2 km saja.
saya tadi semacam safari. dari rumah tante trus ke rumah budhe ke rumah tante yang satunya lagi njuk layat a.k.a takziah. perjalanan dengan kijang benar asoy!
jadi begini hlo teman2. kan kemaren saya dan teman saya si begadumetal kan pergi ke malioboro. si kurempeng itu mau beli buahtangan buat kerabat sanak sodara di seberang sana. jadilah dia kalap beli 50gelang dan beberapa pernik lain. cen kae ki gilabelanja!
pulangnya, di daerah ring road dekat rumah saya:
sebagai anak muda yang merindukan sejuk rumah dan berguling di atas lantai seperti iklan superpell, kami memacu variyemjambon dengan beringas. tiba2 ada smash melambat dan berhenti di pinggir jalan depan workshop kayu. dia mengeluarkan sebuah roti, mungkin tidak mahal. cuma roti isi coklatpisang syarat PPLB atau apalah, dan memberikannya pada (maaf) orang gila yang duduk di depannya!
SEMANGAT MEMBERI!
sodara sodara, baik imbis renjer maupun sodara para normalwan norwalwati, sungguh mulia dan baik hati orang itu!
di saat mungkin sebagian dari kita memandang bahwa (maaf lagi) orang gila itu menakutkan dan stigma(sorry hlo i nek bahasaku rodo Yunani ngene!hha) negatif lain yang menempel lekat dengannya membuat kita enggan mendekat, mas itu mau memberi beberapa tarikan nafasnya untuk orang itu.
sebenarnya bukan masalah roti itu. memberi perhatian dalam artian mau mengerti keadaan orang lain itu yang membuatnya wah! sulit hlo bertingkah demikian. mengerti apa yang di butuhkan orang lain juga memberi, memberi ruang pada hatinya untuk mau mengerti. kadang kadang ruang itu memang ada, tapi tergilas kepentingan hedon yang membuatnya tertutup sebentar.
mengerti bahwa orang itu juga butuh makan. apa kita tega melihat orang itu mengais tempat sampah saat roti ini mungkin hanya akan jamuran di tas kita? mas itu tidak, dan semestinya kita juga menjawab tidak. dia kan juga butuh makan, tapi belum dia meminta kita sudah menjauhinya.tapi mas itu meresponnya dengan baik
memberi itu seperti kebutuhan dan ya begitu saja. saya jadi teringat kata teman saya, bahwa penghidupan bergantung pada apa yang kita terima tapi hidup itu apa yang kita berikan. sebenarnya masuk akal jika kita yakin bahwa 'dunia adalah cermin' (sudah baca posting saya sebelumnya?ayo ayo di baca!hha). seperti plesetan nama sebuah penemuan oke abad ini tentang operatingsistem: WHAT YOU GIVE IS WHAT YOU GET!hha*sorry hlo om gates! mas itu sudah memberi lebih dafi sekedar roti, dia menabung sebuah kebaikan yang pada saat nanti bakal dia ambil di atm. entah mana lokasinya, dunia atau surga..
memberi juga tidak perlu mempermasalahkan siapa yang akan menerima. pohon tidak pernah mempermasalahkan siapa yang berteduh di bawahnya atau burung apa yang membuat sarang di atasnya dan memakan bijinya,begitu kata om kahlil teman saya main gundu (ngapusi!hha). yo sebenernya emang gitu sih, kita kan makhluk Allah semua kan, ya kita liat aja derajat kita sebagai itu saja. tidak perlu 'makhluk Allah yang bernama sune yang suka koprol' atau 'olga yang kaya kudanil' atau yang ekstrim lagi 'sobotta penjahat kemanusiaan' yo ga perlu gitu! kata mas renung teman pintar saya, kita tidak perlu alasan untuk membantu orang. ya termasuk tidak ada alasan untuk memilih dan memilah. atau seriusnya begini hlo sodara, ni kalo salah di benerin hlo ya, Allah punya sifat Maha Pengasih yang semuamuamua makhluknya dikasih nikmat, hla kita cuma punya nasi sesendok aja gaya banget make milih siapa yang mau dikasih!malu boy sama Khalik kita!!
mas itu aja ga mikir kan tentang bahwa dia (dia yang dikasih, bukan dia=masnya!) adalah oranggila. nek masnya picik pasti yo gamau lah! coba kita pikir pake otak, ngasih orang gila tu ga ada untungnya, udah cuma cengarcengir, ga bisa maturnuwun, salah2 tar kita diamuk!ya mending tak tunggu roti jamuran njuk dibuang atau tak kasih ke bocah lain aja (kita tidak bicara tentang opsi ketiga: mending tak pangan dewe wae!!hha)!
nah itu kalo mikir pake otak. kalo pake hati? kalian pasti tau jawabannya! :)
memberi tidak soal apa yang kita beri, tapi lebih pada semangat memberi. semangat kemanusiaan yang oke dipadu dengan semangat perwujudan rasa syukur terhadap nikmat Allah dengan mengamalkan perintahnya!
memberi bukan soal kemampuan, tapi soal kemauan!
ayo ayo teman teman imbisrenjer dan para-normal, mari kita berlombalomba memberi biar tabungan kita banyak!jangan cuma nabung lemak (saya bicara pada cermin..) atau nabung duit di bank,tapi nabung kebaikan!
:)
Ya Allah, sune berterimakasih sudah engkau sentil hatinya.. Ya Allah, berikanlah kami kekuatan untuk selalu memberi..
*amin
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment