kecil menyentil
hello hello para imbisrenjer dimanapun kalian berada,dan juga teman2 saya para-normal yang budiman!:)
oh iya, mungkin dalam postingan 2 minggu ke depan kita tidak akan menemukan mbokde kartinah sebagai tokoh utama. ya kan kami libur 2 minggu to, maka tukarilmu (sakjane ora tukar,saya belum punya apa2 untuk ditukar!:p) belum bisa terlaksana. tapi jika SMS atau wall itu bermakna sekali, akan segera om sune post sebagai note belajar bersama!:)
jadi begini hlo teman2, kemaren om sune ngaji buka bersama di kampung. pengajian itu juga guna menseremonikan khataman adik2 TPA di masjid kampung saya. yang dateng banyak!ada kalo cuma 150an.
jam 4 kyai'nya belum dateng.30menit kemudian baru beliau dateng. dan apa yang istimewa sodara2??
KYAI'NYA GAUL ABIS!ya nek mengutip kata rasdatropica: gahool geelaa geetoh!
dengan skutermatik birumuda seperti samiyem saya, dengan celana gombrang dan yang paling fenomenal: dengan rambut gondrong dan blangkon jathilan!
ya kontan saja ibu2 jama'ah bisik2, ada yang cekikikan, ada yang koprol, ada yang salto, ada yang muntah darah (maaf, saya bohong..) sebagai reaksi atas kemunculan kyai okedoke tersebut.
pak kyai masuk, memberi tausyiah. tausyiahnya bagus sekali, ringan tapi berisi. salah satu cukilan tausyiahnya adalah : jangan meremehkan hal kecil!
hoah*
kalian pernah denger kisah 'kyai yang pahalanya gantung' ? saya mendengarnya kemarin. kononnya, di sebuah zaman di sebuah tempat yang belum ada namanya, hidup seorang kyai yang sangat oke dengan segala kealimannya. dia punya pondok pesantren dan sungguh baik budinya. saat beliau wafat, semua orang yakin bahwa beliau akan masuk surga. pada suatu malam yang dingin, hatchi mencari mama,mama,mama,mama...ORAK KUWI!!pada malam yang dingin (baleni meneh!), santrinya bermimpi bahwa pahala kyai itu nggantung antara bumi dan langit. santrinya itu penasaran dan bertanya pada kyai alim itu
'duh kyai, ada apa kok begini?kenapa oh kenapa pahalamu tidak sampai?'
'jadi gini nak (sambil nangis), dulu suatu hari saya diundang aqiqah, kan maem kambing tu, hla pulangnya aku njuk sliliten (maaf, yang tau bahasa endonesa dari sliliten segera hubungi sune ya!!). kan ngganjel2 ra enak, lalu aku cari tusukgigi. di jalan, aku ambil sedikit bagian pagar seseorang,tak pake buat utik utik untu,nah rupanya pemilik pagar tidak ikhlas..jadilah aku seperti ini. Nak,tolong mintakan maafku padanya..'
*hening*
HOOOAAAAAA!MENOHOK SEKALIIIII!!
sodara sodara sebangsa sepengimbisan, itu ambil sebagian kecil pager aja pahalanya jadi ga ditrima!! hla nek om sune nyolong timun gitu njuk jadi apaaaa???!
belum selesai sodara2, pak kyai melanjutkan ngajinya
(langsung saya translate saja,beliau make bahasa jawa)
'Nah bu,pak, itu yang kelihatan. cuma ambil dikit aja bikin kaya gitu. nek yang ga keliatan macem tadi ada yang bisik2: wah kyainya gondrong! ada lagi yang bisik2: blangkonan,mau debus! Ati2 pak, bu, kalo saya ga ikhlas:BAHAYA!'
semua orang tertawa, tapi saya yakin ada kekhawatiran di dalamnya
teman2 senasib sepengimbisan, tak tahunya hal yang kita anggap biasa saja itu berbahaya. tidak usah jauh2 mencari contoh, kita lihat om sune saja..
om sune suka meminjam bolpen dan kadang ga kembali. bukan buat camilan tapi kadang ga dirawat lalu kecer entah kemana. kalo yang punya ga ikhlas kan bahaya! lalu saya juga sering menggambar di saat pelajaran, dan meminjam karet penghapus teman saya seenaknya tanpa minta izin. bukan tidak mungkin saat saya menghapus dia merasa tidak ikhlas. bukan lantaran penghapusnya jadi tambah kecil tapi lebih kepada tidak dihargai kepimilikannya dengan tidak dimintai ijin.lalu dia sakit hati...
saat saya berkumpul dengan teman, saya sering menggunjingkan orang lewat. entah mengomentari tentang gaya berjalannya atau gaya melompatlompat dan kayangnya yang tidak sefasih saya..bukan tidak mungkin dia merasa tidak ikhlas
logikanya begini, hla dia aja ga tau apa yang kita lakukan, lalu gimana dia bisa mengikhlaskan?
efek dari perbuatan kecil2 yang dianggap biasa itu sungguh luar biasa..
kita pasti tidak mau ibadah kita, ilmu yang kita ajarkan, kesenangan yang kita bagikan dan airmata penyesalan dosa kita hanya mengambang tidak diterima Allah kan?
kita pasti juga tidak mau gojeg dan guyonan kita tenyata akan melahap kita pada kesengsaraan kan?
marilah kita saling mengingatkan untuk berbuat baik dan menghindari apa2 yang tidak perlu juga apa2 yang seharusnya dihindari..
mari kita menjaga agar amal kita benar tidak ternoda dan tidak tercemar..
Ya Allah, jagalah kami dari dosa kecil maupun dosa besar.. ingatkanlah kami selagi kami masih di dunia karena api neraka kami pasti tak sanggup menahannya..
*amin
(bagi teman2 yang merasa pernah dibegitukan oleh om sune, om sune minta maaf yang sebesarbesarnyabesar ya! sungguh om sune minta maaf!kalian baik deh! :) )
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment