cermin,adalah dunia kita pada perspektif yang berbeda..
hello hello, para imbisrenjer dan para teman2 saya yang normal!:)
jadi begini, ada yang terlewat tentang obrolan dengan mbokde kartinah beberapa waktu lalu. ini tentang lanjutan yang khitbah2an itu.
'ga ada pacaran. pacaran itu setelah nikah' (om sune pernah baca SAMPUL bukunya,karena takut tertohok saat membaca dalamya..)
'hmmm' (kata dokter mora,inilah active listening !hha)
'bayangin deh, kan "orang baik untuk orang baik" (nek iso bunuh diri,aku bunuh diri pas itu!sumpah menohok sekali..)
'heits, berarti yang jahat ga bakal dapet yang baik?!'
'ya mungkin aja sih. tapi tar biasanya yang pacaran2 itu tar dapetnya juga yang pacar2an. kan dunia itu adil to'
'hwaduh, jadi bener ni ga bisa dapet orang baik?' (hey, menginginkan yang baik itu wajar kan??)
' ya bisa sih. tapi mending jadi orang baik buat dapet orang baik kan..'
*itu adalah segmen obrolan yang paling menohok..
tapi ya teman2, kalo dipikir kan itu logis juga. bahkan orang Jawa pun bilang 'sopo gawe nganggo' yang artinya adalah 'yang menanam yang menuai'. ngebayangin istri kalian itu 'bekas' uda kena beberapa pria saat kalian juga uda pacaran sama beberapa wanita itu bikin bunuhdiri!!modaro sun*
ketakutan yang wajar saat semua orang pasti pengen mendapatkan yang terbaik kan..
saya bukannya mengesampingkan kemungkinan kemungkinan. ya itu pasti ada, bukan hanya di sinetron memang. tapi coba kita berpikir tentang yang biasa dan lazim terjadi.
ini lebih dari sekedar mengejek orang 'alah soal koyo ngono wae ra iso!' lalu tiba2 kita juga tidak bisa, tapi ini tentang pasangan hidup yang mana kita menghabiskan mungkin separuh hidup kita bersama mereka. ini tentang siapa yang akan menemani kita beibadah dan senantiasa mendukung tiap coretan pena atau aksinyata kita. ini tentang teman tim menggapai surga..
saya tidak pernah membayangkan istri saya kelak adalah juga tukang bengakbengok, botak, dan juga emosian. ditambah lagi cengengesan dan juga dangkal agamanya. dan juga bosenan lalu acuh tak acuh terhadap keadaan. tapi nyatanya itu yang saya lihat di cermin kamar saya!!
bagaimana jadinya jika saya tetap pada keadaan hari ini dan berlanjut tanpa perbaikan nyata? dengan keadaan seperti ini, saya tanpa pasangan hidup pun mungkin akan sulit menggapai surga-Nya..
bagaimana jika saya tetap begini ? lalu apakah saya mau punya istri yang juga sablonan dari saya? saya takut mengatakan tidak saat jawaban itu terdengar 'hey kamu seharusnya becermin!'
niat jadi baik itu bukan hanya karena ingin mendapat pasangan hidup yang baik saja. saya sudah pernah merasakan jadi anak tidak baik tapi lalu seseorang gadis mensyaratkan perubahan yang berarti dan hey ternyata jadi sedikit lebih baik saja sudah membuat jauh lebih enak asoygeboy! lalu bagaimana jika kita jadi baik sekali???subhanallah,pasti dunia akan sangat nyaman ditinggali..
itu alasan paling egois :agar kita merasa nyaman juga, agar kita bisa jadi citraan perbuatan kita
pada dasarnya kan semua perbuatan itu pasti punya tujuan kan. nah kalo kita cuma mau dipuji ya insyaallah yang kita dapet cuma pujian. mau istri cantikhati ya cuma itu yang di dapet. mau dunia nyaman buat kita ya cuma itu yang di dapet. tapi kata teman saya, jika kita melakukannya karena Allah dan ikhlas melakukannya, insyaallah kita bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan kita dapat..
mari mari kita jadi orang baik!
kita baik teman kita baik tetangga kita baik pak guru baik tukang krupuk baik pak supir taksi baik dan baikdan baik dan baik lain maka dimana celah orang tidak baik bisa masuk saat dunia dipenuhi orang baik??
:)
Ya Allah, ridhoilah usaha kami jadi orang yang lebih baik..
amin*
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment